PONOROGO | lingkarindonesia.com — Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Ponorogo sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 20 Desember 2025, tercatat sebanyak 776 kasus kecelakaan, naik 2,64 persen dibanding tahun 2024 sebanyak 736 kasus.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andien Wisnu, mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas tersebut didominasi oleh pelajar dan mahasiswa.
Ia menjelaskan, tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya jarak rumah ke sekolah yang cukup jauh, keterbatasan transportasi umum, serta masih banyak pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa SIM.
“Budaya berkendara ugal-ugalan dan faktor human error masih menjadi penyebab utama,” terang Kapolres, AKBP Andien Wisnu saat konferensi pers, Senin (29/12/2025).
Kapolres juga mengungkapkan bahwa kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur (usia 10–15 tahun) cukup mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat 153 kejadian atau sekitar 19,71 persen dari total kasus melibatkan anak di bawah umur. Angka ini meningkat dibanding tahun 2024 yang tercatat 112 kejadian atau 15,21 persen.
Sementara itu, korban laka lantas pada rentang usia 16–30 tahun tercatat sebanyak 498 kasus, meningkat dari tahun 2024 yang berjumlah 423 kasus.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Ponorogo akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk mengintensifkan kembali program angkutan sekolah.
“Upaya ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar,” jelasnya.
Untuk data korban, sepanjang tahun 2025 tercatat 106 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas, sedikit menurun dibanding tahun 2024 yang mencapai 107 orang. Sementara korban luka ringan tercatat sebanyak 1.183 orang. (Eh)

COMMENTS